PROFIL

PROFIL
Hj. INTAN FAUZI, S.H, LL.M

Tasikmalaya, 15 Desember 1968

Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PAN
Ketua DPP PAN
Bendahara Umum DPP PUAN
intan.fauzi@dpr.go.id

Pendidikan:

Intan Fauzi, SH, LL.M adalah sosok yang cerdas serta memiliki kemampuan intelektual tinggi. Gelar Sarjana Hukum (SH) diraihnya dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) dengan kosentrasi Hukum Bisnis (hukum tentang kegiatan ekonomi). Sedangkan gelar master hukum diperolehnya dari Faculty of Law, University of Nottingham, England-UK

 

Keluarga:

Intan merupakan sosok seorang wanita karir dan seorang ibu rumah tangga yang aktif dalam berbagai kegiatan usaha dan kemasyarakatan. Ia adalah putri kedua dari lima bersaudara pasangan H. Abdilla Fauzi Achmad dan Hj Rd. Otty Husnul Chotimah.

Intan  lahir dari keluarga muslim yang sangat taat. Namun, tetap menjunjung tinggi prinsip multikultural atau kemajemukan. Semangat pluralisme ini merupakan warisan dari sang ayah yang memiliki pergaulan lintas batas  tanpa ada sekat.

Intan fauzi menikah dengan Dr dr. Fitriyadi Kusuma yang merupakan seorang Dokter Spesialis Onkologi Kandungan. Saat ini, Dr dr. Fitriyadi Kusuma berpraktek di Rumah Sakit Pondok Indah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo di Senen, Jakarta Pusat, dan Rumah Sakit Universitas Indonesia (UI) Depok.

Dr dr. Fitriyadi Kusuma merupakan staf pengajar Fakultas Kedokteran UI, Divisi Onkologi Departemen Obstetri dan Ginekologi.

 

Partai:

Berangkat dari kualitas dan integritas itu, Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan amanah mulia kepadanya untuk menjadi calon legislatif (caleg) Dapil Jawa Barat VI (Kota Bekasi dan Kota Depok) pada periode 2014-2019.

Saat ini, Intan diberi amanah oleh rakyat dengan menempati posisi Komisi V DPR RI atau sering disebut Komisi Infrastruktur.

Adapun mitra kerja Komisi V adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo (BPLS), Badan Pengembangan Wilayah Surabaya- Madura (BPWS) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Bidang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi).

Namun masih ada persoalan yang mengganjal bagi Intan, terutama stigma negatif terhadap wakil rakyat.

Belakangan ini, DPR sering kali dianggap sebagai lapangan kerja maupun ladang memperoleh kekayaan. Stigma ini sangat beralasan jika menilik latar belakang beberapa anggota DPR, dari tidak punya apa-apa, kemudian menjadi kaya raya setelah menjadi anggota DPR

Akan tetapi, tidak demikian dengan Hj. Intan Fauzi, SH, LL.M.  Bagi Intan, duduk di kursi DPR merupakan jabatan mulia dan lahan pengabdian untuk melayani rakyat, bukan ajang untuk mencari gaji ataupun menumpuk kekayaan.

Menjadi wakil rakyat bukan mencari pekerjaan. Itu tidaklah menjadi target saya. Kalau mau mencari pekerjaan ya, di perusahaan atau silahkan berdagang, bertani, atau menjadi nelayan. Bukan mencalonkan diri sebagai anggota wakil rakyat,” jelas istri dari  Dr dr Fitriyadi Kusuma Djajasasmita Sp.OG (K) Onk ini.

 

Dilihat dari kemampuan ekonomi, Intan yang kini menjabat sebagai Direktur PT Fauzi Panca Manunggal (Office Building Management) sudah mapan. Bukan karena jabatan Direktur yang diembannya saat ini yang membuat ia kuat secara financial, tetapi, pekerjaan yang dijalani selama puluhan tahun membuat kehidupannya berkecukupan.

Lalu, mengapa Intan kemudian memilih menjadi anggota DPR? Bukankah posisinya sekarang sudah jauh dari cukup secara materi?

Rupanya, ibu lima orang putra masih ingin mencari kepuasan lain dengan mengabdi kepada masyarakat dengan jalan menjadi wakil rakyat.

Intinya, saya ingin menangkap aspirasi rakyat untuk kemudian diperjuangkan di DPR,” tuturnya.

Selain itu, Intan Fauzi juga ingin menyumbangkan pikiran dan gagasannya untuk kemajuan bangsa. Karena itu, pengalaman pekerjaan serta interaksinya dengan masyarakat dijadikannya modal untuk bekerja bagi rakyat.

Untuk itulah, Intan Fauzi akan menjadikan pemberdayaan ekonomi  masyarakat sebagai salah program prioritas. Aktivitasnya di bidang pemberdayaan usaha kecil cukup membantu untuk membangkitkan gairah masyarakat  agar berusaha di jalan yang lurus. Ini tidak terlepas dari bidang usaha yang digelutinya saat ini.

Pemberdayaan ekonomi ini penting untuk mensiasati harga sembako yang cenderung tinggi saat ini. Prinsipnya, make it from nothing to something.

Kalau uang belanja dari suami tidak mencukupi maka usaha kecil ini bisa diandalkan,” jelas dia.

Niat membantu sesama masyarakat itu dilakukannya dengan tulus. Sebab, dia yakin, ketulusannya dalam berusaha membuat usaha berkembang.

Tentu saya tidak menutup diri karena pada akhirnya berpulang pada kebutuhan masyarakat. Masyarakat itu bicara tentang kesehatan. Bagaimana masyarakat bisa mengakses Jamkesda. Kemudian bicara pendidikan. Bagaimana bisa mengakses pendidikan yang murah,” kata dia.

Syarat Pengalaman

Wanita kelahiran Tasikmalaya, 15 Desember 1968 ini memang menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk bekerja, baik didalam negeri maupun di luar negeri.

Pada tahun 1994-2000, Intan menjadi staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia mengajar mata kuliah Hukum tentang Asuransi dan Hukum tentang Surat Berharga.

Pada Juli 1994-Januari 1995, Intan menjabat Public Relations Manager di PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Setelah itu, pada Januari 1995-September 2000, PT Indofood Sukses Makmur Tbk memberi posisi yang lebih menantang baginya. Oleh  PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Intan diberi kepercayaan menjadi Corporate Secretary Manager.

Prestasi demi prestasi diraihnya selama berkarya di PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Lantaran segudang prestasi itu maka pada September 2000-April 2004, Intan diberi tantangan baru sebagai Indofood Representative in Tokyo, Japan.

Pengalaman serta sukses yang diraihnya selama berkerja di perusahaan besar membuatnya semakin matang. Dan sejak 2007-sampai saat ini, Intan Fauzi menjadi Direktur PT Fauzi Panca Manunggal (Office Building Management).

Waktu Intan benar-benar tersita. Selain mengurus perusahaan, Intan memiliki seabrek kegiatan, baik itu yang berhubungan dengan masyarakat, dunia usaha maupun politik. Wanita bersahaja ini juga aktif disejumlah seminar, baik yang berskala nasional maupun internasional.

Hingga sekarang, Intan menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Pengawasan Produk KADIN Pusat. Ia juga ditunjuk menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Distribusi dan Keagenan KADIN Pusat. Anggota REI DKI Jakarta, Departemen Hukum dan Perundang-Undangan Anggota bidang Perundang-Undangan. Pada waktu yang bersamaan Intan juga menjadi Pengurus DEKRANAS (Dewan Kerajinan Nasional), Anggota Bidang Pameran dan Kerjasama Luar Negeri.

Dia juga aktif sebagai Sekjen Cita Tenun Indonesia dan Mutumanikam Nusantara Indonesia, First Secretary. Tak hanya itu, Intan juga penyantun di sejumlah yayasan lain yang bergerak di bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat.