Berita

Intan Fauzi: Hard Skill dan Soft Skill Harus Dimiliki Calon Tenaga Kerja

Intan Fauzi: Hard Skill dan Soft Skill Harus Dimiliki Calon Tenaga Kerja

Hard skill dan soft skill harus dimiliki oleh seorang calon tenaga kerja. Ini sangat dibutuhkan agar bisa bersaing di dunia kerja.

Dalam menyongsong bonus demograsi Indonesia, hard skill dan soft skill akan mendukung pekerjaan.

Namun nyatanya, banyak lulusan tenaga kerja di Indonesia yang belum siap. Karenanya, dalam konteks ketenagakerjaan, kualitas SDM harus ditingkatkan.

Saya terus mendorong, bagaimana leadership, digital literasi serta kemampuan menggunakan teknologi digital harus di upgrade oleh setiap SDM Indonesia, terutama bagi calon tenaga kerja.

Sebab, ditengah pandemi covid-19 ini, banyak sekali terjadi perubahan (shifting_red).

Seperti diskusi webinar yang dilakukan hari ini.

Biasanya, diskusi seperti ini dilakukan secara langsung atau fisik. Namun kali ini kita lakukan secara daring dan ternyata kita siap.

Ini menandakan, kita siap tatkala perubahan.

Memang, kita harus akui, webinar semacam ini masih sebatas dilakukan dikota-kota besar. Di kota-kota kecil belum familiar dengan teknologi digital.

Salah satu kendalanya, jaringan internet yang belum merata ke seluruh pelosok negeri.

Tetapi paling tidak, kita sudah siap dengan perubahan. Contohnya, pendidikan atau seminar secara online.

Karena itu, saya mendorong digital literasi maupun kemampuan menggunakan teknologi digital sebagai alat komunikasi dan kemampuan memahami serta memanfaatkan sumber informasi dalam berbagai format.

Ini harus kita dorong terus agar kita tidak digilas oleh perubahan itu sendiri.

Teman-teman di PPM EM-22 sangat beruntung, tidak ada hambatan dengan teknologi saat menggelar webinar ini.

Sangat berbeda dengan dengan teman-teman di daerah terpencil.

Ditengah shifting, peran komunikasi sangat penting. Tujuannya agar mendapatkan informasi yang luas.

Tak hanya itu saja, perubahan ini harus memacu melahirkan jiwa interpreneurship. Keterampilan mengatur dan mengelelo usaha secara kreatif dan perhitungan.

Saya kira, teman-teman PPM EM-22 tidak ada masalah soal kalkulasi dan managemen resiko. Bahkan, saya percaya, teman-teman PPM EM-22 sudah ada yang memulai wirausaha.

Dan harus ditumbuhkembangkan. Hal ini menjadi ilmu yang sangat penting saat diaplikasikan di pasar tenaga kerja nanti.

Ditengah arus perubahan yang terjadi saat ini, saya kira, Indonesia perlu punya global citizenship. Karena kita ini adalah bagian dari komunitas dunia global.

Dengan adanya perubahan serta pemanfaatkan teknologi yang dominan maka secara alami kita menjadi terbuka kepada dunia global.

Contohnya, platform usaha. Mungkin kita tidak perlu membangun platform usaha sendiri.

Tetapi, kalau kita bicara platform usaha, sudah banyak platform luar yang sudah masuk ke Indonesia.

Dan ini, bisa menjadi problem solving yang dapat menguarai pasar tenaga kerja Indonesia.

Jadi, mau tidak mau, kita harus terbuka ke dunia global dan bagian dari global citizenship.

Dan kita harus mengadaptasi platform digital. Semua sekarang ini mengalami shifting. Kalau kita tidak beradaptasi maka kita akan tertinggal.

Hal ini penting agar bisa bersaing dipasar global.

Pertukaran barang dan jasa sangat cepat terjadi dan mau tidak mau membuka pasar seluas-luasnya.

Tidak ada lagi batas perdagangan barang dan jasa antara negera saat ini.  Jadi, kita tidak melihat negara tetanggga, tetapi secara keseluruhan.

Tulisan ini dikutip saat Talkshow Interactive bersama Anggota DPR RI Fraksi PAN, Hj Intan Fauzi, SH, LL,M dengan Mahasiswa PPM EM-22 Proudly Presents Sharing Session Kajian Sistemik dengan tema Penggangguran dan Lapangan Kerja di Indonesia

BAGIKAN:

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.