Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya Intan Fauzi,
Anggota DPR RI 2019-2024
Dapil Kota Bekasi & Depok

Intan Fauzi: Penting, Pelibatan Masyarakat dalam Pembuatan Kebijakan Publik

Anggota DPR RI Komisi VI, Hj Intan Fauzi, SH, LL.M

Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fauzi menilai pelibatan masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik sangat penting. Menurut Intan, negara demokrasi memungkinkan masyarakat memberikan aspirasi dalam urusan kenegaraan.

“Penting, pelibatan masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik. Saluran aspirasi sekarang dari berbagai media baik media konvensional juga medsos (media sosial) dan sebagainya. Hal tersebut bagian dari masukan,” kata Intan dalam webinar Formappi bertajuk “Jalan Panjang Mendorong Perubahan DPR”, Senin (30/8/2021)

Intan menuturkan kritik merupakan bagian terpenting dari demokrasi. Kritik kepada pemerintah dan DPR yang kerap disampaikan elemen masyarakat sipil, kata Intan, harus dianggap sebagai masukan.

“Kita tidak bisa meredam kritik, karena kritik diperlukan. Proses DPR bisa jadi wakil rakyat dimulai dari aktivitas di masyarakat dan kegiatan berpartai yang bermanfaat, sehingga terbangun trust dari masyarakat,” kata Intan.

Intan menyatakan PAN baru merayakan milad ke-23 Tahun yang jatuh pada 23 Agustus 2021. Intan Fauzi mengatakan PAN lahir dari rahim Reformasi. Dengan begitu, agenda Reformasi menjadi acuan untuk setiap kader PAN.

“Asas reformasi menjadi pedoman setiap kader, yaitu kepastian hukum, proporsionalitas, profesionalitas, keterbukaan, akuntabilitas, tertib penyelenggaraan negara dan kepentingan umum. Hal ini menurut Intan harus menjadi keterwakilan masyarakat di parlemen,” ucap Intan. BACA JUGA

“Reformasi dimaknai sebagai keterlibatan publik langsung dan keterbukaan baik dalam pileg, pilkada, pilpres, dan sebagainya. Jadi, kalau kita mengoreksi problem politik tidak lepas dari fungsi parpol dan sarana komunikasi politik,” tegas Intan.

Intan mengatakan perlu kader yang teruji untuk menempati posisi penting di eksekutif dan legislatif. “Parpol harus menjadi tempat penggodokan kader yang bisa memahami aspirasi masyarakat dan persoalan negara,” imbuh ketua umum Perempuan Amanat Nasional ini.

Sumber : Beritasatu.com

Terbaru