Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya Intan Fauzi,
Anggota DPR RI 2019-2024
Dapil Kota Bekasi & Depok

Nikmatnya Gabus Pucung ‘Mpo Eni’ di Bekasi

Siapa yang tidak kenal olahan makanan khas Betawi berwarna hitam dengan berbumbu pucung membuat khas tampilan dan rasanya melegenda.

Ya, makanan berbahan dasar Ikan Gabus atau yang dikenal ‘Gabus Pucung’ sudah tidak asing ditelinga masyarakat Bekasi maupun masyarakat Betawi.

Kali ini, tim redaksi secara khusus mengulas tentang Gabus Pucung Bekasi.

Pucung tidak hanya memberikan warna hitam, tetapi memperkaya rasa masakan pada sayur gabus, makanan yang bahan dasar ikan terbilang langka ini.

Rasa gurih dan empuknya Ikan, serta aroma khas pucung dengan campuran bumbu rempah, nan kental membuat citarasa sedapnya sayur gabus ini memanjakan lidah. Apalagi dipadu dengan lalapan dan sambal segar serta menu betawi lainnya.

Redaksi intanlama.labkreatif.com coba menemui sang pemilik rumah makan yang kerap dikunjungi pejabat Pemkot Bekasi, serta para artis Betawi ini.

Mpok Eni (60 tahun), pemilik rumah makan yang sudah berdiri sekitar 17 tahun ini bersama anaknya mencoba mempertahankan usaha makanan khas Betawi di ‘Warung Gabus Khas Betawi’.

Rumah makan yang berada di jalan Benda nomor 49,RT 08/03 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih ini, menjadi tempat favorit masyarakat bekasi yang ingi menikmati masakan khas Betawi.

Hingga kini, berbagai deretan menu khas Betawi, seperti menu andalan, gabus pucung, aneka pepes ikan emas,ikan peda, sayur asem, goreng jengkol, dan pilihan menu lainnya siap dipesan di Rumah makan dilahan seluas 300 meter persegi ini.

“Gabus pucung yang banyak dicari, makanya kita tetep sediain, selain menu betawi lainnya itu kita utamain gabus pucung,”ujar Eni disela melayani pesanan di rumah makan miliknya

Eni, tak sendiri untuk melayani pesanan dan pengunjunga. Dia juga mempekerjakan beberapa karyawan dan dibantu oleh anak-anaknya.

Putra Eni, Dede Alandes (32 tahun) menuturkan, untuk mengcover pesanan gabus pucung Bekasi setiap harinya, harus memesan ikan dipasar langganan, yang diakuinya persediaan ikan kadang terbatas.

”Buat sediain konsumen, kita biasa beli ikan adanya dipasar Kranggan Jatisampurna, perhari bisa 15 sampai 20 kilo seadanya dipasar kita ambil,karena ikannya lumayan langka,”ujarnya.

Diakuinya, masakan yang digeluti sang Ibu, pada dasarnya mengandalkan bumbu Gabus Pucung pada umumnya. Dia pun selalu menjaga citarasa dan tampilan khas makanan yang bisa dibilang sudah melegenda ini yang pengunjung dari berbagai daerah ini.

“Andalan memang gabus pucung. Pengunjung tidak cuma dari Bekasi, banyak juga dari daerah Jakarta. Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Kiwil,  Akri, dan rombongan pelawak betawi, pernah singgah disini,”ujarnya.

Untuk omset perhari, kini diakuinya cukup meningkat dari awal berdiri, dari Rp.2,5juta sampai Rp.6juta bisa didapat dari jualan yang buka pukul 09.00 sampai pukul 17.00 setiap harinya.

Untuk harga perporsi Gabus Pucung sendiri ada dikisaran Rp15ribu untuk potongan badan, ekor dan untuk bagian kepala Rp20 hingga Rp70 tergantung besar kecilnya. Untuk menu lainnya seperti Pepes dikisaran Rp7 hingga Rp15ribu, sayur asem Rp3ribu.

Salah satu pengunjung, Iman (40 tahun) mengaku, olahan makanan betawi memang jarang dijumpai, dan di rumah makan tersebut diakuinya Menu ala Betawi komplit disajikan.

“Makanan betawi itu khas rasanya, sekarang mulai langka, makanya biar bisa dilestariin ini musti ada di tiap kecamatan, biar makanan-makan ini bisa tetap eksis,” tandasnya.

Terbaru

Sanksi Sosial dan Efek Jera

Hj Intan Fauzi, SH, LL.MAnggota DPR RI, Dapil Kota Bekasi dan Depok Salah satu sanksi yang tercantum dalam Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020 tentang