Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya Intan Fauzi,
Anggota DPR RI 2019-2024
Dapil Kota Bekasi & Depok

Perempuan Amanat Nasional Dorong Pemerintah Konsisten Terapkan 3T

Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Intan Fauzi, SH., LL.M

Ketua Umum Perempuan Amanat Nasional, Intan Fauzi mendorong pemerintah konsisten menerapkan testing, tracing, dan treatment atau 3T. Penangangan pandemi Covid-19, menurut Intan, sepatutnya menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh komponen bangsa.

“Kita harapkan pemerintah juga terus meningkatkan testing, tracing, dan treatment (3T) meski alhamdulillah akhir-akhir ini kasus Covid-19 sudah mulai melandai,” kata Intan dalam diskusi yang digelar Badan Kesehatan Perempuan Amanat Nasional bertajuk “Meningkatkan Imun Tubuh di Masa Pandemi”, Rabu (4/8/2021).

Menurut Intan, konsistensi penerapan 3T, termasuk disiplin dalam 5M atau mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas, serta vaksinasi Covid-19, maka masyarakat dapat beraktivitas normal.

“Pandemi ini bisa berakhir,” kata Intan.

Intan menuturkan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah melakukan vaksinasi gratis sebagai kerja sama dengan pemerintah di berbagai daerah. Vaksinasi digelar di kantor DPP PAN dan juga DPW PAN se-Indonesia.

“Kami mendorong herd immunity yang kita tahu saat ini kurang lebih 10 persen secara nasional untuk vaksinasi dosis kedua. Kita harapkan herd immunity selesai sebab sudah lebih dari 1,5 tahun pandemi sejak kasus pertama di Indonesia ditemukan,” ujar anggota Komisi IX DPR ini.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi menekankan pentingnya vaksinasi. Nadia menyebut jika sudah divaksin maka manusia memiliki sistem kekebalan sistem pertahanan untuk melawan virus Covid-19. Hal ini dinilai penting untuk dipahami masyarakat Indonesia.

“Sebab virus tadi perlu masuk ke sel tubuh manusia untuk dia bereplikasi dan berkembang biak. Nah, itu bisa dilawan dengan cepat, dinetralisir karena sudah kenal musuhnya sehingga dia akan memenangkan peperangan melawan virus Covid-19,” kata Nadia.

“Jadi, ada dua manfaat seseorang yang sudah divaksin. Pertama untuk dirinya sendiri, memberikan perlindungan. Dan yang kedua membatasi penularan kepada orang lain. Tujuan akhirnya adalah herd immunity,” imbuh Nadiah.

Pada kesempatan itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiaasan Baru, Reisa Broto Asmoro mengatakan irus sifatnya mudah melakukan mutasi. Ketika sebuah virus melakukan mutasi maka bisa terbentuk lah varian-varian baru. Hal itu juga yang terjadi pada Covid-19 yang kini jumlah mutasinya sudah ribuan.

“Ketika terbentuk varian yang memang mengganggu, penularannya lebih hebat, aktivitas pengobatan lebih turun, kita sebut sebagai variant of concern,” kata Reisa.

Meski begitu, Reisa menegaskan varian baru Covid-19 tetap bisa terdeteksi melalui testing, dan juga bisa dicegah lewat vaksinasi.

“Bagaimana menghadapinya, mencegah penularan. Respons dengan obat obatan saat ini, cegah dengan protokol kesehatan (double masker), tetap yang terpenting, ini dapat dicegah dengan vaksin,” ucapReisa.

Ketua Badan Kesehatan Perempuan Amanat Nasional dr Milka Anisya mengatakan selain menggenjot 3T dan mempercepat vaksinasi, edukasi publik terkait Covid-19 juga tak boleh mengendur.

“Masyarakat harus terus menerus diedukasi dengan ilmiah, ditengah maraknya hoax terkait Covid-19, penting para pakar, jubir pemerintah menjelaskan bagaimana kita meningkatkan imunitas tubuh, bagaimana menghadapi pandemi ini,” ujarnya.

Sumber : Beritasatu.com

Terbaru